Pengetahuan Dunia

Upacara Bendera di Atap Indonesia: Gunung Rinjani

Masih dalam renungan pagi
Saat burung berkata merdu
Menyanyi kicau sendu tentang alam hari ini

Disana terhampar potongan surga
Terlukis dalam ranah keindahan
Langit selaksa biru nan indah
Awan berarak mengikuti sang angin

Padi menunduk dalam kebersahajaan
Terhampar diatas permadani kuning alam pesawahan
Gunung terlihat gagah menjulang penuh digdaya
Pepohonan hijau berbaris menanti sang matahari

Inilah Indonesiaku,
potongan syurga yang Tuhan kirimkan kepada rakyat kita

Inilah Indonesiaku
Keindahan Lukisan TUhan yang tergores di kanvas negeriku

Inilah Indonesiaku
Hamparan Keindahan yang menghias tanah airku

Inilah Indonesiaku
Tanah kebanggaan hingga maut mengakhiri perpisahan

Anonim, Potongan Surga Nusantara

Napak Tilas Kemerdekaan Indonesia di Puncak Rinjani

puncak rinjaniKita mungkin terlahir di zaman di mana Indonesia sudah merdeka, di mana sudah tidak ada penjajah yang datang dan menyiksa kita, di mana Pancasila dan UUD 1945 sudah ada, di mana teks proklamasi sudah selesai diketik oleh Sayuti Melik, di mana semuanya sudah serba nyaman, Di mana untuk menghadiri upacara bendera kita hanya perlu pergi ke sekolah setiap awal minggu pukul 7.30 pagi. Di mana meneriakkan Indonesia Merdeka sampai seratus kali tidak akan dimasukkan ke kolam lintah oleh Belanda. Di zaman yang justru diimpi-impikan oleh orang-orang dulu, justru spirit-spirit perjuangan dan cinta tanah air itu kini semakin sulit ditemukan di masa kini.

Adakah semangat cinta tanah air kita sudah terkikis oleh derasnya perubahan zaman?, ataukah karena kenyamanan dan kebebasan dari penjajahan membuat kita tidak lagi menyadari pentingnya kebersamaan dalam keberagaman?, Setiap hari ribuan kicauan di social media menyerukan panggilan permusuhan, antar suku saling menjelekkan, antar agama selalu saling menyudutkan dan menunjukan sikap-sikap intoleransi yang membangkitkan perpecahan. kalau memang begitu cobalah sesekali ‘piknik’ dan pergi berpetualang mendaki dan kibarkan Sang Saka Merah Putih di puncak-puncak gunung indonesia bersama ratusan rombongan petualang dari seluruh negeri, mungkin anda akan mengerti indahnya kebersamaan dalam keberagaman.

17 Agustus 1945 adalah hari kemerdekaan bangsa Indonesia Tercinta, 71 tahun yang lalu sang proklamator membacakan naskah proklamasi kemerdekaan, menjadi tonggak sejarah lepasnya bangsa Indonesia dari tirani penjajahan bangsa lain. Teringat diwaktu masa sekolah setiap kali tanggal 17 Agustus kita diwajibkan untuk mengikuti upacara bendera di lapangan. Teman-teman ada yang ditugaskan untuk menjadi pembawa bendera, instruktur upacara, protokoler, sampai ke dirigen. Bahkan, Tidak jarang kantor-kantor tempat bekerja juga mewajibkan para karyawannya untuk mengikuti serangkaian upacara bendera untuk membangkitkan kembali semangat nasionalisme dalam diri. Sudah menjadi sesuatu yang biasa jika kemerdekaan Indonesia dirayakan dengan upacara bendera, pertanyaannya, apakah dengan adanya upacara bendera itu kita bisa semakin menghormati dan menghayati peran penting para pahlawan untuk membangun sebuah negara Indonesia?.

Sudah menjadi sebuah tradisi bagi para pecinta alam untuk melakukan upacara bendera di atas Gunung. Melakukan upacara di gunung-gunung indonesia dengan hamparan udara dingin pasti lebih terasa nasionalisme-nya, ungkap Ferry yang menceritakan pengalamannya melakukan upacara bendera di puncak Rinjani tahun 2015 lalu. ya, salah satu tempat terbaik yang selalu ramai dipakai untuk melaksanakan upacara 17 Agustus adalah di gunung berapi tertinggi ke dua di Indonesia: Gunung Rinjani.

upacara bendera di rinjani

Setiap tahun, tepatnya pada tanggal 17 Agustus, selalu diadakan upacara bendera bersama-sama di puncak gunung Rinjani. Tidak seperti upacara bendera yang biasa kita lakukan pada umumnya, disana kita akan disuguhkan oleh pemandangan maha cantik lereng-lereng gunung yang berselimut kabut putih, hangatnya sentuhan mentari yang terbit cerah di pagi hari, dan juga ratusan jiwa-jiwa petualang yang akan menyapa bersahabat tak peduli darimana asal, suku dan agama mereka, semua bertumpuk jadi satu untuk mencapai titik tertinggi dan mengibarkan merah putih di atap Indonesia.

Hal menarik mengenai upacara bendera di puncak Gunung Rinjani adalah, kita harus berjuang terlebih dahulu menuju kesana, melewati trek yang panjang dan melelahkan, bermalam sebentar bersama ratusan pendaki lainnya yang juga ikut serta dalam upacara bendera. Dengan jerih lelah yang kita rasakan saat trekking, tentunya akan semakin membangkitkan rasa kepuasan dan sensasi yang berbeda saat mencapai puncak dan mengikuti upacara. Dijamin, semangat nasionalisme yang sempat pupus selama ini akan menggelora dan membara setibanya disana.

Ada yang bilang bahwa naik gunung itu adalah sebuah perjalanan hati. Seperti itulah, selain mempertebal rasa nasionalismemu akan indahnya Indonesia, upacara di puncak gunung akan membuatmu percaya pada hebatnya Sang Maha Kuasa. Di atas puncak gunung lautan awan begitu luas!, Ketika matahari menyinari tanpa penghalang, awan-awan akan bergulung di depan matamu seakan itu sebuah daratan yang bisa dilewati. Mengikuti upacara bendera di Rinjani membuat siapapun terkesima karena ini merupakan peristiwa yang tidak akan pernah terlupakan.

Pada pelaksanaan Upacara bendera di Gunung Rinjani Tahun lalu, Upacara dilaksanakan tepatnya di tepi danau Segara Anak, danau yang terbentuk dari kawah gunung rinjani yang pernah meletus. Upacara dilaksanakan dengan penuh khidmat dan semangat. Lagu Indonesia Raya yang diciptakan oleh WR Supratman bergemuruh lantang dilantunkan seluruh pendaki tatkala sang merah putih di kibarkan. Meskipun matahari terik menyengat tidak menyurutkan semangat para pendaki mengikuti jalannya upacara hingga selesai.

Dengan Peluh keringat dan Air Mata, Upacara bendera di Gununag Rinjani semakin menumbuhkan rasa cinta tanah air. Ketika melihat sang saka Merah Putih berkibar di puncak gunung, peserta memberi hormat menatapnya, mereka bersyukur berkali-kali lipat atas negara yang selama ini mereka pijak. Dalam hatipun berkata, apapun yang terjadi sang saka Merah Putih harus tetap berkibar di tanah air tercinta.

upacara bendera rinjani

Satu hal yang sama yang bisa mereka rasakan adalah adanya perjuangan. semua pejuang dan pendaki mengerti bagaimana sulitnya mengibarkan bendera merah putih, bahwa untuk memandang bendera merah putih berkibar, mereka harus berjuang keras, mendaki Gunung yang sangat tinggi atau mengadu nyawa dengan para penjajah. Perjuangan, pengorbanan, dan penghargaan terhadap Sang Saka Merah Putih itulah yang para pejuang sejati seharusnya rasakan. Merdeka!.

Tentang Gunung Rinjani

Rinjani merupakan salah satu gunung tercantik di Indonesia yang namanya sudah tersohor hingga ke pelosok negeri bahkan dunia. Terletak di Lombok, NTB, Gunung Rinjani adalah gunung berapi aktif tertinggi kedua di Indonesia (3726m dpl). Dalam mitos budaya lokal Bali dan Lombok, kata Rinjani berasal dari nama Dewi Anjani, yaitu nama sosok mistis ratu penguasa gunung tersebut.

Bagi masyarakat Sasak, Gunung Rinjani tidak hanya menjadi gunung yang memberi penghidupan namun juga diyakini memiliki nilai spiritualitas yang tinggi dan penopang ekosistem. Gunung Rinjani merupakan sebuah simbol kesakralan di Pulau Lombok baik bagi suku asli Sasak yang mayoritas beragama Islam dan bagi Suku Bali yang beragama Hindu.

Kecantikan Gunung Rinjani tentu saja tidak bisa dipisahkan dengan keberadaan Danau Segara Anak yang terletak pada ketinggian 2.008 m dpl. Danau Segara Anak sangat indah dan luas seperti lautan. Oleh karena itulah danau ini disebut Segara Anak (anak laut) karena dalam Bahasa Sasak segara artinya laut. Danau segara anak yang memiliki luas 1.100 ha adalah tempat favorit para pendaki untuk beristirahat. Mereka bisa menghabiskan waktu berhari-hari untuk camping dan memancing di kawasan ini. Keindahan pemandangan danau yang terbentuk dari kawah yang pernah meletus ini benar-benar mempesona. Kecantikan danau segara anak ini pernah tergambar di salah satu sisi mata uang pecahan Rp.10.000 pada tahun 1998.

segara anak di uang pecahan 10.000 tahun 1998

segara anak di uang pecahan 10.000 tahun 1998

 

Selain pemandangan Danau Segara Anak yang menakjubkan, di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani para pendaki juga dapat mengeksplorasi keunikan dan legenda yang terdapat di dalam tiga gua di sekitar Danau Segara Anak yaitu Gua Susu, Gua Payung, dan Gua Manik. Yang paling ternama dan unik dari ketiga gua itu adalah Gua Susu karena mitos yang berkembang di antara para pendaki tradisonal. Suhu di dalam Gua Susu terasa cukup panas dan mengeluarkan uap sperti pada sauna, Gua ini juga sering digunakan sebagai tempat bermeditasi.

Bagi para pendaki, menaklukkan puncak Gunung Rinjani adalah kebanggaan yang luar biasa karena rute pendakian untuk menuju ke puncak sangat menantang. Pemandangan dari puncak Gunung Rinjani sangat menakjubkan terutama ketika matahari terbit (Sunrise). Seluruh Pulau Lombok, sebagian Pula Sumbawa dan Pulau Bali dapat terlihat dari Puncak Gunung Rinjani.

Waktu terbaik untuk mendaki Gunung Rinjani adalah sekitar bulan April sampai Agustus (ketika musim kemarau), diluar bulan tersebut rawan hujan yang menyebabkan jalur pendakian cukup licin dan berbahaya. Tiket masuk kedalam kawasan Gunung Rinjani sangat murah, yaitu Rp.5000/orang untuk wisatawan domestik, sedangkan untuk wisatawan mancanegara biaya masuk nya adalah Rp.40.000.

gunung-rinjani

Leave a Reply