Pengetahuan Dunia

Ekstrim, Ritual Menyalibkan Diri di Perayaan Jumat Agung Filipina

Filipina merupakan negara dengan penganut Katolik terbesar di Asia Tenggara. Seperti layaknya ke-kristenan di seluruh dunia, Orang-orang Filipina juga melaksanakan perayaan Jumat Agung untuk mengenang pengorbanan Tuhan Yesus 2000 tahun yang lalu bagi penebusan umat manusia. Jumat Agung adalah perayaan keagamaan terbesar di Filipina, Satu hal yang membuat perayaan Jumat Agung di Filipina sangat berbeda adalah kenyataan bahwa mereka merayakan-nya dengan cara menyiksa diri mereka layaknya Tuhan Yesus disiksa, dengan mencambuk dan menggantung diri mereka dengan paku di atas kayu salib.

Ritual penyiksaan diri ini dinamakan Via Crucis atau Jalan Salib. Puluhan orang dengan sukarela akan menapaktilas kembali kisah penyaliban Yesus Kristus dengan ‘menikmati’ penyiksaan yang dialami-Nya. Ritual Via Crucis di Filipina dilaksanakan tiap tahun di Provinsi Pampanga, ribuan orang akan datang memenuhi tempat tersebut untuk menonton drama ekstrim tersebut.

Para peserta yang dimahkotai duri berjalan dengan mata tertutup kain sambil mencambuki dirinya sendiri dengan menggunakan bambu. Mereka berjalan langkah demi langkah tanpa alas kaki di bawah panas matahari yang menyengat dan bertelanjang dada sementara darah mengucur dari dada dan punggung yang terkena cambukan bambu. Di penghujung jalan mereka akan dikumpulkan untuk disalibkan, Paku-paku besar dan tajam akan menusuk tangan dan kaki mereka. Rasa sakit yang luar biasa di derita layaknya yang dialami oleh Tuhan Yesus untuk menebus umat manusia dari dosa.

Para peserta penyaliban didominasi oleh para pekerja dari strata bawah yang ingin menyatakan penebusan dan mengalami hadirat Tuhan. Ada pula yang mempunyai alasan agar penyakit dan keluarga mereka dapat disembuhkan dan diselamatkan. Diantara mereka yang ikut di salibkan ada juga yang sudah pernah menjadi peserta yang di tahun-tahun sebelumnya.
Walaupun tidak pernah sampai menyebabkan kematian, tradisi Via Crucis yang ekstrim ini masih menuai pro dan kontra dari berbagai pihak. Banyak pihak termasuk para pastur yang menyayangkan mengapa tradisi ini terjadi secara turun temurun. ritual ini juga tidak diterima oleh pihak Gereja Katolik Roma. Mereka justru meminta warga lebih berpatisipasi dalam misa, doa ataupun perayaan lain yang terkait dengan Jumat Agung, bukan dengan cara menyiksa diri.

Sampai saat ini tradisi ekstrim menyalib diri masih tetap dilakukan dan malahan menjadi salah satu atraksi yang sangat menarik untuk para wisatawan yang berkunjung pada setiap hari Jumat Agung di Filipina.

Gambar-Gambar Prosesi Jalan Salib di Filipina

Via Crucis of Philipines (lakwatserongsulit.wordpress.com)

Via Crucis of Philipines

 

Ritual Jalan Salib di Filipina (blogs.publico.es)

Ritual Jalan Salib di Filipina

 

Menyambuk diri (planetphilippines.com)

Menyambuk diri

 

Wanita Juga Ikut Disalibkan (blogs.publico.es)

Wanita Juga Ikut Disalibkan

 

Leave a Reply